AKADEMIKOPINI

Interprofessional Education dan Collaboration Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan

Penulis : Ns. Hendrian Hadi Permana, S. Kep. Mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Syiah Kuala dan ASN Rumah Sakit Jiwa Aceh.

KEBUTUHAN masyarakat akan kualitas layanan rumah sakit menjadi tuntutan utama yang harus diperhatikan oleh pelayanan kesehatan di rumah sakit. Upaya peningkatan keselamatan pasien pada pelaksanaannya tidak terlepas dari peran dan tanggung jawab seluruh tenaga kesehatan di rumah sakit.

Maka dari itu, pendidikan Interprofesional (IPE) dan kolaborasi Interprofesional (IPC) tidak boleh diabaikan oleh semua pihak. Kedua konsep ini telah menjadi pusat perhatian dalam penelitian dan layanan kesehatan terkini, sehingga kolaborasi antar profesi merupakan hal yang wajib dalam pelaksanaan program keselamatan dan meningkatkan kepuasan pasien.

Praktek interprofesional yang efektif sangat penting dalam pelayanan yang berkualitas. Kemampuan untuk berkomunikasi dan berfungsi efektif dalam tim, ditambah dengan komitmen berkelanjutan untuk memberikan perawatan berpusat pada pasien (Patient Center Care), telah dinyatakan penting dalam hubungan kolaboratif.

Menurut Kwame, A., Petrucka, P.M (2021) dalam penelitiannya yang berjudul “A literature-based study of patient-centered care and communication in nurse-patient interactions: barriers, facilitators, and the way forward” menunjukkan bahwa perawatan kesehatan yang menghormati dan memenuhi kebutuhan pasien sangat penting dalam meningkatkan hasil perawatan positif dan persepsi tentang kualitas perawatan.

“Komunikasi yang efektif antara pasien dan penyedia layanan kesehatan sangat penting untuk layanan perawatan pasien dan juga pemulihan,” kata Ns. Hendrian Hadi Permana, S. Kep dalam tulisannya, Minggu, 5 Mei 2025.

IPE memiliki potensi untuk mengembangkan kompetensi ini dengan menumbuhkan rasa saling menghargai di antara penyedia layanan kesehatan yang pada akhirnya berfungsi sebagai dasar untuk tenaga kerja kolaboratif yang lebih siap untuk merespons tantangan dan kompleksitas lingkungan pelayanan kesehatan saat ini.

“IPC terjadi ketika individu dari latar belakang profesional yang berbeda bekerja sama dengan pasien, keluarga, dan masyarakat untuk memberikan perawatan berkualitas sehingga dapat memperkuat sistem kesehatan dan meningkatkan hasil kesehatan secara keseluruhan,” sebutnya.

Apa saja faktor penentu keberhasilan IPE dan IPC.?

Implementasi IPE dan IPC dalam praktek perawatan kesehatan bukanlah tugas yang mudah. Ini membutuhkan komitmen dan dedikasi dari semua pihak yang terlibat. Salah satu cara untuk mencapai ini adalah melalui pelatihan dan pendidikan yang berkelanjutan, karena berdasarkan hal itulah dapat membantu memastikan bahwa semua anggota tim memiliki pemahaman yang baik tentang peran dan tanggung jawab mereka.

“Serta bagaimana mereka dapat berkontribusi terhadap tim. Selain itu, penting juga untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan mendorong kolaborasi. Ini dapat mencakup hal-hal seperti memiliki struktur tim yang jelas, proses komunikasi yang efektif, dan sistem dukungan yang kuat untuk anggota tim,” kata Ns. Hendrian Hadi Permana, S. Kep.

Menurut Fix, et.al (2018) melihat pasien sebagai individu; berbagi peran dan tanggung jawab; membentuk kerjasama terapeutik adalah cara mencapai tujuan. Manfaat IPE dan IPC tidak hanya terbatas pada penyedia layanan kesehatan, tetapi juga pasien.

“Dengan pendekatan ini, pasien dapat menerima perawatan yang lebih terkoordinasi dan holistik sehingga dapat membantu meningkatkan kepuasan pasien dan hasil kesehatan secara keseluruhan,” sebutnya.

Hal ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Shah. B, Forsythe. L dan Murray. C (2018), telah menunjukkan bahwa perawatan tim interprofesional dapat efektif dalam mengelola pasien dan mencegah readmisi, meskipun ada banyak manfaat dari IPE dan IPC, ada juga tantangan yang harus dihadapi.

“Tantangan itu yang utama adalah kurangnya pemahaman dan apresiasi terhadap peran dan tanggung jawab masing-masing disiplin ilmu. Ini dapat menghambat kerja sama dan komunikasi efektif antara anggota tim. Selain itu, ada juga tantangan dalam evaluasi dan pengiriman IPE,” terangnya.

Melihat ke masa depan, tentu sedari dini harus mempersiapkan tenaga kerja kolaboratif yang telah belajar bagaimana bekerja dalam tim interprofesional dan kompeten serta percaya diri untuk melakukannya. Dengan demikian, IPE dan IPC akan terus menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas perawatan kesehatan.

“Dalam rangka meningkatkan kualitas perawatan kesehatan, penting bagi kita semua untuk terus mendukung dan mendorong implementasi IPE dan IPC. Meskipun terjadi tantangan dan hambatan, manfaat potensial dari IPE dan IPC jauh melebihi tantangan dan hambatan tersebut. Oleh karena itu, mari kita terus berusaha untuk meningkatkan kualitas perawatan kesehatan melalui pendidikan dan kolaborasi interprofesional,” katanya.[]

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button