DISTORI.ID – Hasil Pemilu Legislatif (Pileg) menjadi barometer masyarakat di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) untuk mengukur tingkat popularitas seorang politikus hingga dinilai menjadi sosok yang kuat dibursa calon Bupati Abdya kedepan.
Benar saja, tidak ada alasan untuk tidak memasukkan nama Safaruddin dalam deretan nama-nama politikus populer di Abdya hingga menjadi calon kandidat kuat yang bakal menjadi pemenang di Pilkada Abdya 2024 mendatang.
Wajar saja Safaruddin masuk menjadi salah satu calon Bupati Abdya terkuat. Faktanya, hasil Pileg Safaruddin meraih suara terbanyak yakni berada di angka 23 ribu dan tentu berpeluang besar terpilih menjadi Bupati Abdya periode 2024-2029 mendatang.
Berkaca dari jumlah suara yang dikumpulkan Safaruddin, Ketua Yara Abdya Suhaimi. N, SH menilai Safaruddin masuk nominasi calon terkuat di Pilkada Abdya.
“Dalam Pilkada Abdya kedepan tentu masyarakat akan memilih sosok yang dekat dan yang terbukti bisa membantu selama ini,” kata Suhaimi, Rabu, 21 Februari 2024 di R2 Kupi.
Dia berujar, dari hasil pantauannya masyarakat sangat menginginkan pemimpin Abdya seperti sosok Safaruddin. Apalagi dari hasil perolehan suara pemilih yang di capai di Abdya sangat signifikan mencapai 23 ribu suara.
“Suara ini hampir mendekati suara Pilkada 2017 lalu yang diraih Akmal Ibrahim- Msulizar. MT mencapai 28 ribu lebih,” sebutnya.
Tambahnya, melirik dari hasil Pileg dan berkaca dari hasil Pilkada 2017 lalu, Safaruddin berpeluang besar untuk menang dibandingkan dengan calon lain yang sebahagian ikut bertarung di DPR Aceh maupun maju di DPRK Abdya.
“Suara mareka itu berada-beda dan berada dibawah Safar,” kata dia.
Suhaimi menambahkan, sosok Safaruddin yang juga sebagai Wakil Ketua DPRA juga berhasil untuk membawa Pokir ke daerahnya demi kemajuan daerah, apalagi saat ini Safaruddin juga memenangkan Partai Gerinda dengan meraih suara terbanyak dan menduduki Ketua DPRK Abdya.
“Bila berhasil meraih empat kursi otomatis Partai Gerindra bisa maju sendiri tanpa harus berkoalisi,” sebutnya.
Meskipun demikan, dirinya sebagai pengiat hukum hanya menilai siapa yang berpeluang dan itu tergantung pada dirinya apa mau mengambil peluang ini atau tidak.
“Kita tidak dalam kapasitan mendukung tetapi hanya menilai saja,” katanya. []