DISTORI.ID – Pj Bupati Aceh Jaya, Nurdin meresmikan Gedung A Rumah Sakit Umum Teuku Umar Calang yang merupakan salah satu kebanggaan warga Kabupaten Aceh Jaya. Gedung baru itu yakni Instalasi Gawat Darurat, Kamar Operasi, Radiologi, Laboratorium, Ruang Bersalin dan Poliklinik.
Direktur RSUD Teuku Umar Calang, dr Eka Rahmayuli menyampaikan pembangunan gedung megah RSUD Teuku Umar Calang melalui perjalanan panjang yang dimulai dari masa Bupati Aceh Jaya Ir. Azhar Abdurrahman pada tahun 2016 dengan master plant yang ada dan dilanjutkan oleh Bupati T. Irfan Tb dengan Desain dan konsep gedung yang mewah.
“Pembangunan gedung RSUD Teuku Umar ini juga diawali dari keinginan dan cita-cita dari masyarakat untuk bisa mempunyai Rumah Sakit yang bagus dan strategis, hingga setelah dua periode Bupati Aceh Jaya yang lama kini dilanjutkan oleh Pj Bupati Aceh Jaya Dr. Nurdin sampai bisa kita resmikan gedung A ini,” kata Direktur RSUD Teuku Umar Calang, dr Eka Rahmayuli pada saat peresmian Gedung A RSUD Teuku Umar, Kamis (21/12/2023).
Eka menyampaikan kalau Gedung A RSUD Teuku Umar Calang di bangun dengan konsep One Stop Service semua pelayanan kesehatan dilakukan pada satu atap yang sama, semua pasien masuk dari Gedung A apakah nantinya ada yang pulang setelah sehat ataupun akan dirawat di gedung belakang.
“Memang pembangunan Gedung RSUD Teuku Umar Calang ini menelan anggaran sangat besar, gedung A ini saja kita masih butuh anggaran Rp100 Miliar lebih dan saat ini baru habis sebanyak Rp75 miliar dan masih perlu Rp 30 Miliar lagi seperti pembangunan lantai II dan beberapa bagian poliklinik. Sementara secara keseluruhan gedung RSUD kita masih butuh anggaran Rp215 Milyar lagi,” katanya.
Eka berharap ruangan gedung A nantinya bisa digunakan awal tahun 2024 meliputi Instalasi Gawat Darurat, Kamar Operasi, Radiologi, Laboratorium, Ruang Bersalin dan Poliklinik.
“Untuk fasilitas sebagian ada fasilitas baru bersumber dari dana Insentif Fiskal (DIF dan DAK ) tahun 2024 mendatang, dan ada juga fasilitas di gedung lama dipindah kesini,” kata Eka.
“Kedepan, kita berencana akan mengubah mindset bahwa datang ke rumah sakit bukan hal yang menakutkan. Konsep yang ingin kita kembangkan adalah fasilitas harus bagus, harus nyaman, harus seperti hotel,” tambahnya.
Sementara itu Pj Bupati Aceh Jaya Dr Nurdin mengharapkan, dengan diresmikan gedung baru tersebut pelayanan kesehatan menjadi semakin baik di wilayah Kabupaten Aceh Jaya.
“Setelah Delapan tahun kita bisa operasionalkan gedung A walaupun belum semuanya lengkap, tetapi lebih baik kita operasionalkan dulu gedung A sambil menunggu pembangunan yang lain,” kata Nurdin.
Ia menyebut kebutuhan anggaran untuk pembangunan rumah sakit kebanggaan masyarakat Aceh Jaya ini sekitar 100 milliar, namun sudah dilakukan pembangunan sekitar 75 milliar.
“Tahun depan kita sudah berhasil mengalokasikan dana untuk pembangunan gedung A ini sebesar 6 milliar. Kemudian melalui Menteri kesehatan sudah membantu melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) belanja alat kesehatan sebesar Rp 18 milliar,” ujarnya.
Ia mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk percepatan pembangunan gedung rumah sakit ini, termasuk dari APBN maupun APBA.
“Kita punya penyertaan modal di Bank Aceh, ini lagi kita lihat apakah penyertaan modalnya yang akan kita ambil untuk lanjutan pembangunan atau pembiayaannya,” tuturnya. []
Reporter: Zahlul Akbar






