DISTORI.ID – Pimpinan Wilayah Himpunan Ulama Dayah (PW HUDA) Aceh Barat bersama Pengurus Cabang Persatuan Tarbiah Islamiah (PC PERTI) Aceh Barat menyalurkan donasi untuk korban bencana banjir dan longsor yang melanda Beutong dan Gayo Lues, pada Rabu 28 Januari 2026.
Penyaluran Donasi ke Beutong Ateuh Banggalang, dipimpin oleh Ketua PW HUDA Aceh Barat Abu Syech H. Abdurrahman Al-Yamani. Donasi disalurkan kepada Dayah Madinatuddiniyah Tgk. Chik Khali Alue, Desa Blang Puuk, Nagan Raya.
Kedatangan rombongan HUDA dan PERTI Aceh Barat ini disambut langsung oleh Pimpinan Dayah Madinatuddiniyah Tgk. Chik Khali Alue, Abi Syech Abdurrauf, beserta para dewan guru dayah dan santri.
Abu Syekh Yamani menyerahkan donasi langsung kepada Abi Syekh Abudrrauf di bawah tenda, berupa Al-Qur’an, kitab kuning, kain sarung, pakaian shalat, beras, sejumlah uang tunai, dan lainnya.
Abu Syekh Yamani mengatakan, Dayah Tgk. Chik Khali Alue merupakan salah satu Dayah yang besar dan sentral di Beutong Atueh.
Dampak banjir terhadap Dayah ini merusak sekitar 70 persen bangunan. Dayah putra tidak bisa digunakan lagi, dan harus dipindahkan lokasinya sekitar 300 m ke belakang, agar jauh dari sungai.
“Sementara dayah putri alhamdulillah masih bisa ditempati,”ucap Abu Syekh Yamani.
Kepada masyarakat Aceh Barat, Abu Syekh Yamani menyampaikan, ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Aceh Barat yang telah turut berdonasi.
“Bbaik dari para ulama dan abu abu, masyarakat luas, para penguasaha, para pejabat pemerintah, ormas-ormas dan lainnya yang selama ini turut memberikan donasi dan menudukung penyaluran dana ini. Semoga menjadi amal jariyah dan menjadi salah satu sebab penolak bala di masa depan,”tuturnya.
Penyaluran Dana ke Gayo Lues
Sementara Penyaluran donasi ke Gayo Lues dipimpin oleh Ketua PC PERTI Aceh Barat Tgk. H. Muhammad Arifin, atau yang akrab disapa Abu Cek Arifin, beserta rombongan HUDA dan PERTI Aceh Barat.
Di Gayo Lues, bantuan disalurkan kepada beberapa Dayah yang terdampak langsung oleh banjir dan longsor, di antaranya adalah Dayah Raudhatul ‘Ulum yang dipimpin oleh Tgk. Jailani.
Abu Cek Arifin mengatakan, Dayah Raudhatul Ulum telah ditimpa mushibah banjir dan longsor sekaligus pada pada Selasa dan Rabu 25-25 November 2025 yang lalu.
Sungai di belakang Dayah meluap tinggi, dan gunung di belakang Dayah longsor menimpa Dayah, sehingga Dayah yang mulanya memiliki bangunan dua tingkat ini, menjadi hilang sama sekali. Yang tersisa dari Dayah ini hanya sebaris dinding yang telah roboh, dan dua beton pintu gerbang yang sudah terbaring di atas tanah,”bebernya.
Abu Cek menjelaskan, awalnya lokasi Dayah Raudhatul ‘Ulum terletak di Desa Uyem Beriring, Kec. Tripe Jaya, Gayo Lues. Namun, karena lokasi awal Dayah ini tidak layak huni lagi, maka Dayah ini dipindahkan ke Desa Melelang, Kec. Terangun, Gayo Lues, yang terletak sekitar 15 KM dari lokasi awal.
“Donasi diberikan kepada Gayo Lues ini sama seperti yang kita salurkan ke Beutong Ateh, yaitu berupa Al-Qur’an, kitab kuning, sajadah, sarung shalat, beras, tikar, mie instan dan lainnya. Donasi ini disalurkan lagi kepada dewan guru yang mengajar dan juga santri-santri Dayah,”jelasnya.
“Adapun untuk pembangunan Dayah Raudhatul ‘Ulum yang baru, kami berikan sejumlah uang hasil penggalangan donasi selama ini,” sambung Abu Cek.
“Donasi yang kita berikan memang tidak begitu besar. Namun yang besar adalah doa kami, harapan kami, semoga dayah-dayah yang ada di Aceh Allah limpahkan rahmat dan karunia-Nya, serta penuh keberkahan,”pungkasnya. []






