DISTORI.ID – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh.
Bantuan tersebut dikirim secara bertahap sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap saudara-saudara yang membutuhkan melalui jalur laut.
Pengiriman pun disaksikan langsung oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, di Pelabuhan Soekarno-Hatta Kota Makassar pada Rabu (21/1/2026).
Irjen Djuhandhani mengatakan, bantuan pertama telah dikirim sekitar sepekan lalu oleh pengurus daerah Bhayangkari Sulsel.
“Bantuan kami seminggu yang lalu pengurus daerah Bayangkari Sulsel mengirim berupa keperluan sehari-hari,” ujarnya.
Bantuan tahap awal itu meliputi pakaian, mukenah, selimut, kebutuhan bayi, hingga karpet yang dikirim ke Aceh.
Selain itu, pada hari ini Polda Sulsel kembali mengirim bantuan lanjutan berupa kebutuhan pokok bagi masyarakat yang terdampak bencana.
“Hari ini kami mengirim ke Aceh juga, dimana kami mengirim untuk keperluan masyarakat Aceh. Kita mengirim sembako berupa beras, minyak, kemudian beberapa makanan pokok, makanan bayi dan lain sebagainya,” jelasnya.
Irjen Djuhandhani menyebutkan, pihaknya juga telah berkoordinasi langsung dengan Kapolda Aceh terkait penyaluran bantuan tersebut.
Tak hanya sembako, Polda Sulsel juga mengirimkan bantuan berupa hasil perikanan khas Sulawesi, yakni ikan kering, dengan jumlah mencapai sekitar 10 ton.
Bantuan ini sekaligus dimaksudkan untuk membantu perekonomian masyarakat di wilayah timur Indonesia.
“Di Sulawesi terutama di wilayah timur kita kan terkenal dengan hasil ikan. Sambil membantu masyarakat yang ada di Sulawesi, di wilayah timur, ini kita mengambil ini dengan maksud membantu perekonomian di Sulawesi,” ujarnya.
“Untuk hasil ikan, ada sekitar 10 ton. Dan ini mungkin menjelang puasa saya rasa bisa bermanfaat,” kata Mantan Dirtipidum Bareskrim Polri ini.
Ia menambahkan, pengiriman bantuan dari Sulawesi ke Aceh diperkirakan memakan waktu sekitar empat hingga lima hari, namun karena berupa ikan kering, daya tahannya lebih lama sehingga aman dikonsumsi oleh masyarakat.
“Kebetulan kalau kita kirim dari sini kan estimasi 4–5 hari, kemudian bisa di sana lebih awet lagi, bisa dikonsumsi oleh saudara-saudara kita di Aceh,” tutup Djuhandhani. []






