DAERAHHEADLINENEWSPERISTIWA

Tim DVI Berhasil Ungkap Identitas Jenazah Pramugari Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

DISTORI.ID – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel bersama Mabes Polri, telah mengidentifikasi satu jenazah perempuan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kadid Dokkes) Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris saat merilis hasil identifikasi korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500, di Kantor Biddokkes Polda Sulsel, Rabu (21/1).

Menurut Haris, proses identifikasi dilakukan setelah satu kantong jenazah diterima oleh tim DVI untuk pemeriksaan lanjutan.

“Tim DVI telah menerima satu kantong jenazah dan melaksanakan proses identifikasi. Hasilnya, jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 dinyatakan cocok dengan data ante mortem AM004,” kata Haris.

Berdasarkan hasil identifikasi lanjut Haris, jenazah tersebut teridentifikasi sebernama Florencia Lolita Wibisono, perempuan berusia 33 tahun, dengan alamat Apartemen Wak Tower A Unit 216, Bulogadung, Jakarta Timur.

“Identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan sidik jari, data gigi, properti, serta ciri-ciri medis yang ditemukan pada jenazah dan dicocokkan dengan data ante mortem yang tersedia,” ucap Haris di hadapan wartawan.

Di tempat yang sama, Kapusident Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi, menjelaskan kondisi jenazah yang relatif baik sangat membantu proses identifikasi, khususnya pada pemeriksaan sidik jari.

“Untuk tim identifikasi, jenazah masuk dalam keadaan cukup bagus sehingga papiler pada sidik jari masih dapat terbaca. Kami langsung mengambil sidik jarinya dan dengan peralatan yang kami miliki, identitas yang bersangkutan dapat terbaca,” kata Mashudi.

Meski demikian, kata Mashudi pihaknya tetap melakukan pembuktian ilmiah untuk memastikan hasil identifikasi secara sah dan meyakinkan.

“Untuk memastikan secara sains, kami melakukan pembandingan dengan mengambil sidik jari jempol tangan kiri post mortem dan membandingkannya dengan data pembanding secara manual. Dari hasil tersebut, kami meyakini secara keilmuan bahwa yang bersangkutan adalah Florencia Lolita Wibisono,” tegasnya.

“Penetapan identitas dilakukan dengan keyakinan penuh berdasarkan metode ilmiah yang berlaku. Sehingga Kami meyakini seyakin-yakinnya berdasarkan keilmuan,” sambungnya.

Diketahui, jenazah perempuan tersebut merupakan kru pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button