DISTORI.ID – Jembatan Bailey Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, resmi dioperasikan pada Sabtu (27/12).
Jembatan darurat ini kembali menghubungkan jalur vital lintasan timur-utara Aceh, khususnya rute Medan-Banda Aceh.
Berfungsinya kembali jembatan tersebut disambut gembira para sopir truk yang selama ini mengandalkan jalur Krueng Tingkeum untuk distribusi barang.
Juru Bicara Posko Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin mengatakan, rasa syukur itu disampaikan langsung oleh sejumlah sopir truk yang mengantre melintasi jembatan pada Minggu (28/12) kemarin.
“Beroperasinya jembatan darurat Krueng Tingkeum ini sangat disyukuri oleh para sopir truk yang selama ini mengangkut barang dari Medan ke Bireuen dan sejumlah kabupaten lainnya,” kata Murthalamuddin, Senin (29/12).
Ia menjelaskan, selama jembatan lumpuh akibat banjir bandang, arus logistik terpaksa dialihkan melalui jalur barat selatan. Jalur tersebut memiliki jarak tempuh lebih jauh dan berisiko karena kondisi jalan yang sempit serta melintasi kawasan pegunungan.
Jalur Krueng Tingkeum selama ini menjadi penghubung utama distribusi barang dari Medan menuju Kabupaten Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar, hingga Banda Aceh. Jembatan ini disebut sebagai urat nadi transportasi Aceh.
Lumpuhnya jembatan tersebut sempat berdampak pada tersendatnya pasokan logistik dan memicu kenaikan harga sejumlah bahan pokok di beberapa daerah, terutama di Banda Aceh.
Salah seorang sopir truk trayek Medan-Bireuen, Munawir mengaku lega jembatan itu kini kembali bisa dilalui.
“Pasca selesai jembatan, Alhamdulillah sudah bisa lewat untuk antar barang yang seberang jembatan ke Bireuen dan sebagainya,” ujar Munawir, Minggu (28/12).
Hal senada disampaikan Faisal Al-Banna, pengendara mobil pribadi. Ia bersyukur jembatan darurat Krueng Tingkeum sudah rampung dikerjakan.
“Alhamdulillah pengerjaan jembatan darurat dilakukan dengan waktu yang singkat sehingga sekarang sudah bisa dilalui kembali sepenuhnya seperti sebelumnya,” kata Faisal.
Untuk diketahui, sebelum jembatan Krueng Tingkeum rampung, pengendara roda empat (minibus dan truk berbadan sedang) dari arah Medan menuju Banda Aceh maupun sebaliknya harus memutar melalui jembatan darurat Awe Geutah-Teupin Reudep yang diresmikan pada 18 Desember 2025.
Jalur alternatif tersebut berjarak sekitar 18 kilometer dari kawasan Kutablang ke Matang Geulumpang Dua. Kini, setelah Jembatan Krueng Tingkeum kembali beroperasi, jarak tempuh jalur normal tersebut kembali menjadi sekitar 6 kilometer. []






