DAERAHNEWSPERISTIWA

Status Tanggap Darurat Bencana Aceh Diperpanjang, Basarnas Pastikan Operasi SAR Terus Berlanjut Secara Aktif

DSTORI.ID – Pemerintah Provinsi Aceh resmi memperpanjang status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi.

Keputusan ini diambil berdasarkan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh, Bapak Muzakkir Manaf, bersama unsur Forkopimda dan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh, Kamis malam (25/12).

Berdasarkan hasil rapat, ditetapkan bahwa status tanggap darurat bencana di Provinsi Aceh diperpanjang dan memasuki fase Masa Tanggap Darurat II selama 14 hari, terhitung mulai 26 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.

Mengingat masih terdapat 31 orang korban yang belum ditemukan, maka operasi pencarian dan pertolongan akan terus dilanjutkan.

Menindaklanjuti keputusan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh, Al Hussain, menegaskan bahwa operasi SAR, termasuk pencarian, pertolongan, dan evakuasi terhadap korban bencana di wilayah Aceh, masih terus dilakukan secara aktif hingga saat ini.

“Hingga hari ini, 26 Desember 2025, operasi SAR masih berjalan dan tim SAR gabungan terus bekerja secara intensif di lapangan,” ujar Al Hussain.

Ia menjelaskan, sebelumnya pada 24 Desember 2025, tim SAR telah melaksanakan evakuasi di wilayah Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya.

Pada hari ini, Basarnas kembali memberangkatkan personel ke wilayah Aceh bagian tengah, termasuk mengerahkan Tim K9 (anjing pelacak) untuk memperkuat upaya pencarian korban.

Al Hussain juga menegaskan bahwa penghentian operasi SAR secara resmi hanya dapat ditetapkan oleh SAR Coordinator, yakni Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Selama masa tanggap darurat masih berlaku, seluruh unsur SAR gabungan tetap disiagakan secara penuh.

Operasi SAR akan dikembangkan ke tahap penyisiran, pembersihan, dan pemantauan di area terdampak. Saat proses pembersihan puing dilakukan, tim SAR akan tetap melekat untuk mendukung evakuasi.

Basarnas berharap, melalui tahapan pembersihan dan penyisiran lanjutan tersebut, korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang dapat segera ditemukan. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button