DISTORI.ID – Sebanyak 34 siswa MTsN 2 Banda Aceh mengikuti kegiatan Jelajah Museum untuk Tingkatkan Critical Thinking Siswa (JEUMITA) di Museum Aceh, Kamis (13/11/2025). Program edukatif ini dirancang untuk mendorong kemampuan berpikir kritis melalui eksplorasi langsung terhadap artefak dan situs sejarah.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan tur utama Museum Aceh, kemudian dilanjutkan ke Rumoh Aceh, area pameran foto, perpustakaan museum, hingga makam Sultan Iskandar Muda. Dalam setiap sesi, siswa diberikan ruang untuk mengamati lebih dekat, mengajukan pertanyaan, dan berdiskusi tentang informasi yang mereka temukan.
Sebagai penutup, para siswa mengikuti tebak-tebakan challenge edukatif yang disusun untuk mengukur pemahaman sekaligus meningkatkan antusiasme mereka terhadap pembelajaran sejarah. Aktivitas ini dirancang agar siswa tidak hanya mengingat informasi, tetapi juga mampu menafsirkan dan mengaitkannya dengan konteks yang lebih luas.
Output akhir dari program JEUMITA akan dirangkum dalam bentuk video dokumenter yang memuat perjalanan belajar, wawancara siswa, dan refleksi kritis mereka selama kunjungan. Video ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi bagi program pembelajaran selanjutnya.

Guru IPS MTsN 2 Banda Aceh sekaligus penggagas program, Ulfa Yanti, S.Pd., Gr, mengatakan bahwa JEUMITA lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan pembelajaran sejarah yang hidup dan relevan bagi siswa.
“Kami ingin siswa mengalami langsung proses belajar dari sumber primer. Melihat artefak, mengamati struktur bangunan, hingga berdiri di situs sejarah membuat mereka lebih mudah memahami konteks peristiwa masa lalu. Dengan cara ini, kemampuan mereka untuk berpikir kritis, bertanya, dan menyimpulkan informasi akan berkembang lebih kuat,” ujarnya.
Ulfa juga menambahkan bahwa kolaborasi lintas mata pelajaran yang melibatkan empat guru telah memperkaya sudut pandang dan memastikan siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih komprehensif.
Sementara itu, Kepala MTsN 2 Banda Aceh, Dra. Ina Rezkina, M.Pd, mengapresiasi inisiatif para guru yang telah menghadirkan pembelajaran inovatif di luar kelas.
“Kegiatan seperti JEUMITA sangat penting untuk membentuk karakter dan kecakapan abad 21 bagi siswa. Melalui observasi langsung, mereka tidak hanya belajar sejarah, tetapi juga melatih kemampuan analisis, komunikasi, dan kerja sama. Kami akan terus mendukung program-program pembelajaran yang kreatif dan bermakna seperti ini,” kata Ina Rezkina. []






