NEWSPERISTIWA

Penandatangan Nota Kesepahaman Antara BPMA dengan PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia

DISTORI.ID – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Bersama PT Sucofindo (Persero) dan PT Surveyor Indonesia (Persero) Menandatangani Nota Kesepahaman tentang Optimalisasi Penyediaan Layanan Jasa Dalam Menunjang Kegiatan Dan Kapasitas Nasional Di Sektor Hulu Minyak Dan Gas Bumi, pada 28 Oktober 2025, di Jakarta.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Kepala BPMA sebagai regulator Industri Hulu Migas di Aceh oleh Bapak Nasri, bersama Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Bapak Jobi Triananda dan Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero) Bapak Sandry Pasambuna sebagai mitra kerja penunjang Industri Hulu Migas secara Nasional.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini juga dihadiri dari masing-masing General Manager Kontraktor Kontrak Kerja Sama Hulu Migas (KKKS) yaitu PT Medco E&P Malaka, PT Pema Global Energi, Triangle Pase Inc. dan Conrad Asia Energy Ltd. (ONWA Pte. Ltd & OSWA Pte. Ltd.).

Kepala BPMA Nasri menyampaikan kerja sama ini merupakan langkah strategis dan value-chain yang efektif dalam kolaborasi mitra kerja strategis dalam mendukung dan meningkatkan kehandalan operasi hulu migas, Guna mewujudkan Kemandirian dan Ketahanan Energi.

Di samping itu, BPMA bersama dengan KKKS membutuhkan dukungan dari industri penunjang di industri Hulu Migas dalam melaksanakan berbagai program – program kerja agresif agar tercapainya target produksi hulu migas baik secara Nasional maupun Aceh Khususnya dan akan berdampak pada terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat secara luas.

Nota Kesepahaman antara BPMA sebagai regulator hulu migas di Aceh serta PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia yang merupakan Perusahaan tergabung dalam BUMN Holding Jasa Survei yang bergerak di bidang penyediaan jasa pengujian, inspeksi, sertifikasi, konsultansi dan verifikasi dilakukan untuk menciptakan efek berganda di industri hulu migas terhadap sektor – sektor lainnya sehingga terciptanya kapasitas nasional yang bermuara pada tumbuhnya Industri – industri penunjang lainnya di sekitar wilayah operasi migas atau di wilayah Aceh secara menyeluruh.

Terkait Kapasitas nasional Nasri menyampaikan, salah satu aspek yang menjadi perhatian utama dalam pengelolaan migas saat ini adalah peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Pemerintah melalui berbagai regulasi mendorong agar penggunaan barang, jasa, dan tenaga kerja dalam negeri terus ditingkatkan.

Hal ini bukan hanya untuk mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan dan memperkuat kemandirian industri nasional.

“Realisasi capaian komitmen TKDN gabungan barang dan jasa pada kegiatan hulu migas di wilayah kewenangan BPMA sampai dengan Kuartal 3 2025 telah mencapai sebesar 69,78% (enam puluh sembilan koma tujuh delapan persen). Dan BPMA optimis proyeksi outlook capaian TKDN hulu migas tahun 2025 bisa mencapai 65% (enam puluh lima persen),” ungkap Nasri.

Nasri juga menyampaikan agar kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret di lapangan, yang memberikan manfaat langsung bagi kegiatan operasional migas di Aceh dan berkontribusi positif terhadap perekonomian daerah dan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Surveyor Indonesia Bapak Sandry Pasambuna mengatakan, Nota Kesepahaman ini merupakan manifestasi dari dua semangat besar yaitu:

1. Semangat BPMA dalam menjaga, mengelola dan mengoptimalkan sumber daya energi Aceh dan Indonesia secara berkelanjutan dan berintegritas.

2. Semangat PT Surveyor Indonesia dan PT Sucofndo dalam memastikan mutu, keselamatan, serta berkelanjutan di setiap sendi Pembangunan nasional.

PT Surveyor Indonesia juga berkomitmen untuk membuat Kantor Cabang di Wilayah Aceh hal ini dapat mempermudah koordinasi dan memperkuat layanan kami di Wilayah Aceh, membuka peluang ekonomi dan menghadirkan kontribusi nyata bagi Masyarakat dan industri di Wilayah Aceh.

Direkur Utama PT Sucofindo Bapak Jobi Triananda juga menyampaikan kolaborasi antara PT Surveyor Indonesia dan PT Sucofindo bersama BPMA sejatinya bukanlah yang pertama. Kita telah bekerjasama dalam berbagai inisiatif strategis sebelumnya, yang memperkuat fondasi tata kelola, transparansi dan efisiensi pengelolaan sektor migas Aceh.

Momentum ini mempertegas komitmen berkelanjutan dari PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia untuk aktif mendorong kemajuan Aceh melalui dukungan teknis dan profesionalisme personil dan layanan institusional.

Sinergi ini akan menjadi model kolaborasi nasional antar BUMN dan lembaga daerah, yang bersama-sama tumbuh dan berjuang dalam menjadikan industri energi Indonesia tangguh, mandiri dan berdaya saing global.

Semoga kolaborasi dan sinergi antara BPMA dengan PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia dapat berjalan lancar, membawa keberkahan, berkelanjutan, dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Aceh dan bangsa Indonesia. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button