HEADLINEHUKUMNEWSPERISTIWA

Ustadz Das’ad Latief Keluhkan Rekeningnya Diblokir Bank, Padahal Isinya untuk Bangun Masjid

DISTORI.ID – Ustadz Das’ad Latief mengeluhkan pemblokiran rekeningnya oleh pihak bank.

Padahal kata Da’i kondang asal Sulsel itu ajakan kepada masyarakat untuk menabung justru dibalas dengan pemblokiran rekening, yang menimbulkan kecurigaan adanya motif ekonomi di balik tindakan tersebut.

“Saya kecewa, sebab ajakan menabung malah dibalas dengan blokir. Ini menimbulkan prasangka adanya transaksi ekonomi dalam proses blokir tersebut,”ujarnya, di Makassar Jumat (8/8).

“Saat pengaktifan kembali rekening, nasabah harus membayar Rp 100.000. Jika 120 juta orang diblokir dan harus membayar jumlah itu, berapa keuntungan yang didapat?,” sambungnya.

Ia juga mengeluhkan lamanya proses pengaktifan kembali rekening yang harus mengelurkan bisaya.

“Padahal Bapak Presiden sudah menyatakan, jika ada komplain, maka hari itu juga harus ditindaklanjuti. Namun saya malah di suruh menunggu hingga tujuh hari,” kesalnya.

Ustadz Das’at pun mempertanyakan kejelasan mengenai dana yang berada di rekening yang diblokir.

Ia mengatakan kehilangan akses terhadap aplikasi mobile banking yang digunakannya.

“Bukan hanya soal blokir, tapi menyangkut citra dan nama baik. Setahu saya, seseorang yang rekeningnya di blokir biasanya dicurigai terlibat tindak pidana atau transaksi kejahatan. Apakah saya dianggap seperti itu?,” jelasnya dengan nada kecewa.

Ia mencontohkan, jika dalam rekening seseorang tiba-tiba muncul dana dalam jumlah besar, seperti Rp 1 triliun, maka wajar jika dicurigai.

Namun, menurutnya, hal itu tidak berlaku untuk kasus yang dialaminya. “Kalau Rp 300 juta, itu masih masuk akal,” ucapnya.

Ia pun meminta agar para pengambil kebijakan membuat aturan yang bijaksana dan tidak membuat gaduh dan meresahkan masyarakat.

“Ini bukan kritik terhadap pemerintah, apalagi teror. Ini adalah bentuk cinta saya kepada negara, agar rakyat tetap percaya kepada bank dan pengelolaan keuangan,”ucapnya.

“Bayangkan jika kepercayaan rakyat hilang, lalu mereka menarik semua uang dari bank. Bukankah itu justru lebih membahayakan?,” sambung Ustadz Das’at Latief.

Ia juga menegaskan dana dalam rekeningnya digunakan untuk tujuan mulia.

“Meski saya seorang ustadz, dana itu saya gunakan untuk membangun masjid. Saya membangun masjid di Ujung Tol dengan dana pribadi, tanpa bantuan dari mana pun. Itu semua hasil ceramah saya,” jelasnya.

Menurutnya, tindakan ini sebagai bukti bahwa para da’i tidak hanya menyampaikan pentingnya sedekah, tetapi juga mencontohkannya secara nyata.

“Ini bukti kecintaan kami terhadap dakwah, bukan sekadar wacana,” pungkasnya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button