DISTORI.ID – Provinsi Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam melindungi dan memberdayakan anak-anak melalui peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tahun 2025 yang dipusatkan di Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini mengangkat tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, sebuah pesan kuat bahwa anak-anak adalah pondasi masa depan bangsa.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momen penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak dan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan membahagiakan.
“Anak-anak adalah harapan masa depan Aceh. Tumbuhlah menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Jadilah kebanggaan keluarga, daerah, dan bangsa,” pesan Gubernur Muzakir Manaf di hadapan ratusan anak dan tamu undangan di Aceh Tengah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE yang hadir dalam rangkaian acara sebelumnya, menyoroti pentingnya pendekatan partisipatif dan desentralistik dalam pelaksanaan HAN. Menurutnya, pelibatan anak secara aktif dalam perencanaan hingga evaluasi kegiatan merupakan bentuk penghargaan terhadap hak-hak anak.
“Anak-anak bukan hanya objek perlindungan, tetapi subjek pembangunan. Forum Anak harus menjadi ruang aman dan partisipatif untuk menyampaikan aspirasi mereka,” ujar Fadhlullah.
Ia juga mengingatkan tentang tantangan serius seperti perkawinan usia anak, keterbatasan akses pendidikan, dan dampak negatif dari dunia digital. Karena itu, Pemerintah Aceh terus mendorong penguatan literasi digital dan peningkatan layanan kesehatan serta pendidikan, terutama di wilayah terpencil.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh, Meutia Juliana, dalam laporannya mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah sebagai tuan rumah perayaan HAN tahun ini. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi nasional untuk menstimulasi pemenuhan hak anak dan perlindungan mereka baik di dunia nyata maupun digital.
“Perayaan ini juga menjadi ajang memperkenalkan beragam profesi kepada anak-anak, menanamkan nilai-nilai kehidupan, dan membentuk karakter sejak dini,” ujar Meutia Juliana.
Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Forum Anak Tanah Rencong (Fatar) yang telah menjadi inisiator dan motor penggerak partisipasi anak dalam seluruh rangkaian kegiatan HAN 2025 di Aceh.
“Kami sangat bangga kepada Forum Anak Tanah Rencong yang telah menunjukkan kepemimpinan, kreativitas, dan semangat luar biasa dalam menginisiasi dan menggerakkan kegiatan peringatan HAN tahun ini. Ini bukti bahwa anak-anak Aceh mampu menjadi pelaku perubahan,” ungkap Meutia Juliana.
Rangkaian kegiatan HAN 2025 di Aceh berlangsung meriah dan inklusif, melibatkan anak-anak dari berbagai kabupaten/kota. Mereka diajak mengenal berbagai profesi, mengikuti lomba kreatif, bermain edukatif, serta menyampaikan aspirasi melalui forum-forum anak.
Peringatan ini juga menjadi ajakan kolektif bagi instansi pemerintah, dunia usaha, LSM, hingga masyarakat dan keluarga untuk terus membangun ekosistem ramah anak demi mewujudkan generasi emas Indonesia 2045. []






