NASIONALNEWSPOLITIK

Megawati Akhirnya Bersalaman dengan Presiden Prabowo

DISTORI.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyapa Ketua Dewan Pengarah BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) Megawati Soekarnoputri di upacara peringatan Hari Lahir Pancasila.

Usai menjadi inspektur upacara, Prabowo mendatangi tempat duduk para petinggi di BPIP tersebut.

Selain Megawati, ada juga Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP yang juga mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno. Kemudian ada juga Kepala BPIP Yudian Wahyudi.

Tampak Megawati tersenyum manis kepada Presiden Prabowo. Kemudian terjadi juga berbincangan antara Prabowo dengan Try Sutrisno dalam kesempatan tersebut.

Selanjutnya, Prabowo juga menyalami Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang duduk tak jauh dari Megawati.

Bahkan saat masuk ke Gedung Merah Putih, Prabowo juga tampak berjalan bersama dan berbincang-bincang dengan Megawati Soekarnoputri.

Dalam kesempatan pidato upcara Hari Lahir Pancasila tersebut, Presiden Prabowo Subianto memperingatkan kepada seluruh pejabat negara dan pimpinan lembaga lainnya, agar memastikan tidak lagi ada praktik korupsi dan bentuk penyelewengan Undang-Undang.

“Atas nama rakyat Indonesia, saya memperingati semua unsur di semua lembaga, segera benah diri, segera bersihkan diri, karena negara akan bertindak,” kata Prabowo Subianto, Senin (2/5/2025).

Hal ini sebagai peringatan keras, sebab Prabowo akan menggunakan kekuatan dan wewenangnya sebagai Kepala Negara, untuk memastikan mereka yang melanggar UU akan ditindak tegas sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Bahkan Prabowo juga menyatakan tak akan pandang bulu dalam menegakkan aturan dan melaksanakan Undang-Undang tersebut.

Apakah ia berasal dari keluarga pejabat atau bahkan dari partai mitra pemerintah sekalipun.

“Negara kita kuat, mereka-mereka yang tidak setia pada negara akan kita singkirkan, dengan tidak ragu-ragu, tanpa memandang bulu, tanpa melihat keluarga siapa, partai mana, suku mana. Yang tidak setia pada negara, yang melanggar UU, yang melanggar UUD akan saya tindak,” tegas Prabowo.

Terakhir, orang nomor satu di Republik Indonesia ini juga menyatakan sebagai Presiden, ia adalah mandataris dari rakyat, sehingga tugasnya sebagai Kepala Negara adalah memastikan amanat rakyat akan ia laksanakan dengan tanpa keraguan sedikitpun.

Oleh sebab itu, jika para pimpinan negara dan lembaga yang tidak mampu melaksanakan perintah langsungnya tersebut, Prabowo menyarankan agar mereka segera mengirimkan surat pengunduran diri sesegera mungkin, sebelum akhirnya harus dipecat.

“Semua pejabat yang tidak mampu menjalankan tugas harus mundur sebelum saya berhentikan,” pungkasnya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button