DISTORI.ID – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Kota Banda Aceh menggelar rapat kepengurusan sekaligus workshop pengembangan profesional guru di SMA Negeri 3 Banda Aceh, Selasa (27/5/2025) pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan guru sejarah dari berbagai SMA di Kota Banda Aceh.
Dalam musyawarah tersebut, Widia Munira, M.Pd., yang juga merupakan guru di SMA Negeri 3 Banda Aceh, terpilih sebagai Ketua MGMP Sejarah Kota Banda Aceh periode 2025–2028. Terpilihnya Widia diharapkan mampu membawa semangat dan warna baru dalam kegiatan MGMP ke depan.
Dalam sambutannya, Widia menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk memperkuat peran MGMP sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan kompetensi guru sejarah.
“Saya merasa terhormat atas amanah ini. MGMP bukan sekadar forum, tapi komunitas belajar yang harus terus berkembang, adaptif, dan responsif terhadap tantangan pendidikan sejarah saat ini,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh guru sejarah untuk terus bergerak maju secara kolektif. “Kita ingin menjadikan MGMP ini sebagai rumah bersama bagi para guru sejarah untuk saling menginspirasi, berbagi praktik baik, dan memperkuat literasi sejarah yang bermakna bagi peserta didik,” tambahnya.
Usai pemilihan ketua, kegiatan dilanjutkan dengan workshop bertema “Deep Learning dalam Pembelajaran Sejarah di SMA: Pendekatan Inovatif untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran” yang disampaikan langsung oleh Widia Munira.
Dalam materinya, ia menekankan pentingnya pembelajaran sejarah yang tidak hanya berorientasi pada hafalan, tetapi pada pemahaman mendalam, kritis, dan kontekstual.
“Deep learning mendorong kita untuk menjadikan siswa sebagai subjek aktif dalam pembelajaran sejarah. Mereka tidak hanya tahu apa yang terjadi, tetapi juga mampu memahami mengapa dan bagaimana peristiwa itu terjadi serta dampaknya hingga kini,” jelas Widia.
Sementara itu, Dra. Rusmiyati, Ketua MGMP Sejarah Kota Banda Aceh periode sebelumnya, turut hadir dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang telah bekerja sama selama ini.
“Saya berterima kasih atas kekompakan dan kerja keras pengurus sebelumnya. Semoga pengurus baru semakin kreatif dan inovatif dalam membawa MGMP ke arah yang lebih baik,” kata Rusmiyati memberi semangat.
Kegiatan musyawarah dan workshop ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru MGMP Sejarah Banda Aceh untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah di tingkat SMA. []






