DAERAHPENDIDIKAN

Dari Nagan Raya ke Makassar, Perjuangan Muis Raih Gelar Doktor

DISTORI.ID – Dari desa Lamie di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, lahir kisah inspiratif perjuangan menembus batas kemiskinan dan keterbatasan melalui pendidikan. Muis, anak keenam dari tujuh bersaudara dari pasangan Tgk Burhanuddin dan almarhum Zainal, kini menjadi sosok yang mengukir sejarah sebagai doktor pertama dari desanya.

Sejak kecil, Muis hidup dalam serba keterbatasan. Saat teman sebayanya bisa fokus belajar, ia harus membagi waktu antara sekolah dan membantu orang tua bekerja. Bahkan, ia harus mengulang kelas 1 dan kelas 3 saat SD, membuatnya menyelesaikan sekolah dasar dalam waktu delapan tahun.

“Saya sadar sejak kecil, pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar dari lingkaran kemiskinan,” ujar Muis, mengenang masa kecilnya, Selasa, (27/5/2025).

Setelah menyelesaikan pendidikan SMP pada tahun 2003 dan Madrasah Aliyah pada 2006, Muis melanjutkan kuliah S-1 pada 2009 dan menuntaskannya dalam waktu lima tahun. Ia lalu melanjutkan studi magister dan berhasil meraih gelar S-2 pada tahun 2016.

Namun, ambisinya belum berhenti. Ia bermimpi meraih gelar doktoral. Sayangnya, impian itu hampir kandas karena ia beberapa kali gagal mendapatkan beasiswa, mulai dari BPPDN Kemenristekdikti, Aceh Carong (dosen dan jalur umum), hingga BAZNAS.

“Setiap kali gagal, saya merasa terpukul. Tapi saya yakin, selama kita terus berusaha dan berdoa, akan selalu ada jalan,” ujar Muiz.

Tahun 2021 menjadi titik balik dalam hidup Muis. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya ia dinyatakan lulus sebagai penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek. Ia diterima di Program Doktor Ilmu Administrasi Publik, Universitas Negeri Makassar (UNM), Sulawesi Selatan.

“Waktu itu saya seperti tidak percaya. Dari ribuan pelamar se-Indonesia, saya salah satu yang lolos. Rasanya seperti mimpi,” kata Muis.

Meninggalkan istri tercinta, Ellyza Fazlylawati, dan anaknya, Azka Alfarizqi, bukan hal mudah. Namun, ia dan keluarga memahami bahwa ini adalah perjuangan demi masa depan.

“Istri saya sangat mendukung. Ia yang menjadi semangat saya di saat-saat saya hampir menyerah,” tuturnya.

Setelah bertahun-tahun berjuang, Muis resmi meraih gelar Doktor Ilmu Administrasi Publik. Dengan keberhasilannya meraih gelar Doktor Ilmu Administrasi Publik, Muis mencatatkan tiga capaian bersejarah sekaligus.

Ia menjadi orang pertama dari Gampong Lamie yang berhasil meraih gelar akademik tertinggi, serta menjadi putra pertama dari Kabupaten Nagan Raya yang menyandang gelar doktor di bidang Ilmu Administrasi Publik. Selain itu, ia juga merupakan dosen pertama di Universitas Al Washliyah Darussalam Banda Aceh yang meraih gelar doktor dalam bidang tersebut.

Kini, Muis mengajar di dua universitas ternama di Aceh. Ia tak hanya menyampaikan ilmu di ruang kelas, tapi juga menyebarkan semangat perjuangan dan harapan.

“Dari desa terpencil seperti Lamie pun, kita bisa bersaing secara nasional dan menang. Kuncinya adalah tekad dan ketekunan,” pesannya.

Sebagai akademisi dan motivator, Muis berpesan kepada generasi muda agar tidak menyerah pada keadaan.

“Jangan takut bermimpi. Jangan takut gagal. Keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Kalau saya bisa, kalian juga bisa,” ujarnya. []

Editor: M Yusrizal 

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button