DISTORI.ID – Kepala Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Jaya, Sahputra meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya mencari solusi konkrit untuk mengatasi ternak yang berkeliaran di jalan nasional lintas daerah setempat, Rabu (23/10/2024).
“Untuk mengatasi hewan ternak tersebut tidak cukup dengan aksi menangkap hewan ternak tersebut, karena setelah ditangkap hewan tersebut para pemilik menebus kembali ke kantor dan setelah itu berkeliaran lagi. Untuk itu butuh solusi konkrit untuk mengatasinya,” kata Sahputra.
Sahputra menyampaikan apresiasi terhadap tugas Dinas Satuan Polisi Pamong Praja yang rutin menangkap ternak berkeliaran di jalan raya dan fasilitas umum selama ini namun kata dia, kegiatan personel Satpol PP tersebut hanya bersifat sementara.
Sebaiknya, dicari solusi permanen dengan cara melihat permasalahannya, apakah masalahnya tentang cara pengelolaan peternakannya atau apa yang menjadi kendala masyarakat peternak selama ini karena terkait regulasi di Aceh Jaya ada qanun khusus yang mengatur tentang Penertipan Hewan ternak No. 11 tahun 2021 artinya secara regulasi harusnya tidak ada lagi hewan ternak berkeliaran di jalan raya, oleh karena itu pemerintah harus mencari solusi konkrit sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.
Kemudian, lanjut Sahputra, dengan adanya solusi konkrit diharapkan, juga dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya kecelakaan, antara pengguna jalan dengan ternak warga di aceh jaya.
“Jika terjadi kecelakaan, baik pengguna jalan maupun pemilik ternak, sama-sama akan dirugikan. Bahkan, nyawa pun jadi taruhannya,” ujarnya.
Sahputra juga memberi masukan pemerintah dapat menyiapkan lahan untuk dijadikan lahan gembala ternak di beberapa lokasi yang memiliki basis produksi peternakan sapi, kambing dan lain-lain, yang teknisnya dapat di bahas oleh dinas terkait dengan melibatkan kelompok masyarakat peternak.
“Hal itu kita yakini menjadi solusi bagi mayarakat yang memiliki ternak yang selama ini sulit cari rumput dan tempat gembala karena sudah banyak lahan warga, Ini salah satu bagian dari pemberdayaan,” tutupnya. []
Reporter: Zahlul Akbar






