DISTORI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat tengah melakukan berbagai persiapan terkait rencana Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha (KPBU) preservasi jalan kabupaten untuk jalur lintasan pengangkutan batubara atau hauling serta KPBU Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Meulaboh.
Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat yang juga merupakan Ketua Tim Kerjasama Pemerintah Daerah Dengan Badan Usaha (KPDBU), Kurdi mengatakan, kini pihaknya sedang melakukan persiapan untuk meyakinkan pemerintah pusat terkait pelaksanaan KPBU tersebut.
“Kita akan pastikan ke Perusahaan Penjamin Infrastruktur Indonesia, Kementerian PPN, Kemenkeu, dan Kemendagri akan manfaat preservasi jalan lewat KPBU. Dimana dengan kandungan batu bara yang besar menjadi upaya kita meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat melalui infrastruktur jalan yang mendukung produktivitas ekonomi,” kata Kurdi, Minggu (29/9/2024).
Dikatakan Kurdi, preservasi jalan kabupaten untuk jalur hauling pengangkutan batubara yang dimaksud dalam KPBU tersebut nantinya juga untuk memenuhi infrastruktur jalan yang lebih aman dan berkualitas melalui pelebaran serta pemeliharaan jalan.
“Upaya ini perlu dilakukan sehingga nantinya ada penghubung jalan khusus hauling batu bara dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Selain itu juga guna menghindari kerusakan jalan umum yang dilalui hauling batu bara,” katanya.
Dikatakan Kurdi, besaran biaya preservasi jalan kabupaten tersebut membutuhkan capital expenditure (Capex) sebesar Rp 22 Miliar dengan nilai operation expenditure (Opex) sebesar Rp1,2 M per tahun.
“Dari nilai capex tersebut akan dilakukan peningkatan badan jalan dengan lebar delapan meter dari lebar saat ini yang hanya lima meter. Untuk pelebaran jalan ini merupakan ruas jalan Korem-Bukit Jaya yang merupakan seksi satu dengan panjang 1,3 kilometer,” ujar Kurdi.
Sedangkan pada sesi kedua nantinya sebut Kurdi yaitu peningkatan badan jalan dengan penimbunan bagian kanan jalan existing jalan STAIN – Tugu UTU sepanjang 1,3 km, kemudian sesi ketiga yaitu ruas jalan Peunaga Cut Ujong.
“Di sini nantinya akan kita lakukan scraping dan perkerasan top layer sepanjang empat km, jadi total semuanya itu sembilan km dari 12 km yang kita rencanakan, dengan adanya presentasi yang akan digelar lewat FGD Capacity Building harapannya akan meyakinkan Kementerian PPN/Bappenas, PT PII, Kemenkeu, dan juga Kemendagri,” ujarnya.
Kurdi menjelaskan, proyek tersebut nantinya akan dibiayai oleh PT Bara Tambang Energi (BTE), dan PT.PII dengan periode 3 tahun. KPBU itu juga bakal menggunakan skema DBOMFT, dimana beberapa perusahaan membentuk Special Project Vehicle (SPV) atau Badan Usaha Pelaksana (BUP) untuk menyelesaikan proyek. []






