NEWSPOLITIK

Pengamat: Duet Bustami-Irmawan Akan Jadi Lawan Berat bagi Mualem

DISTORI.ID – Masa pendaftaran calon kepala daerah yang hanya tersisa beberapa hari lagi, namun nama-nama calon gubernur dan wakil gubernur Aceh belum mendapatkan kepastian untuk mendaftar. Pengamat Sosial Politik Aceh, Muslem Hamidi, menilai Pilkada 2024 akan diwarnai berbagai dinamika dan tren politik baru. Menurutnya, partai-partai politik masih dipengaruhi oleh dinamika politik pasca Pilpres.

Terbentuknya Koalisi Indonesia Maju (KIM) menjadi salah satu faktor yang membuat partai-partai politik lebih hati-hati dalam mendukung calon pada Pilkada kali ini. Saat ini, partai-partai politik cenderung bersikap lebih kompromis, dan fenomena “kotak kosong” menjadi tren yang semakin meningkat.

Situasi ini menjadi tantangan bagi calon yang ingin maju, karena mendapatkan rekomendasi dari partai politik dirasakan cukup sulit. Hal ini terlihat dari nama-nama bakal calon yang muncul di beberapa daerah. Meskipun syarat untuk menjadi calon kepala daerah bisa ditempuh melalui jalur independen, banyak bakal calon belum mempersiapkan hal tersebut sejak awal.

Menurut Muslem, Pilkada Aceh kemungkinan hanya akan diikuti oleh dua pasangan calon, yakni Muzakir Manaf (Mualem) dan Bustami Hamzah. Kedua tokoh ini dinilai cukup memenuhi syarat dan berpeluang besar mendapatkan rekomendasi partai politik. Muslem memprediksi Pilkada ini akan berlangsung seru, seperti Pilkada di Sumatera Utara dan beberapa daerah di Pulau Jawa seperti Jakarta.

Mualem sudah hampir dipastikan maju, tinggal menunggu siapa yang akan mendampinginya sebagai wakil. Bustami, jika ingin bersaing dengan Mualem, harus mencari sosok wakil yang bisa melengkapi kekurangannya dan memenuhi syarat rekomendasi partai politik. Saat ini, hanya Partai NasDem yang sudah menyatakan dukungan untuk Bustami.

Muslem juga memperkirakan bahwa Mualem akan memilih wakil yang direstui oleh Prabowo dan Gerindra. Sementara itu, Bustami akan mencoba mendapatkan dukungan dari partai-partai politik yang tergabung dalam KIM, seperti Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Hal ini penting sebagai modal utama menghadapi eskalasi politik yang terus berkembang. Partai Demokrat juga sedang berproses untuk mengajukan calon wakil bagi Mualem.

Jika Bustami berhasil mendapatkan dukungan dari Partai Golkar dan PAN, serta menarik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam koalisi melalui figur Irmawan, Ketua PKB Aceh yang juga tokoh wilayah pantai barat selatan, pasangan Bustami-Irmawan akan menjadi lawan berat bagi Mualem.

Bagi Mualem, memastikan dukungan penuh dari partai-partai politik dalam KIM sangat penting di tengah upaya Bustami meraih dukungan dari partai-partai pendukung pemerintah saat ini. Jika Mualem berhasil mengamankan dukungan dari seluruh partai politik, ada kemungkinan Pilkada Aceh akan berlangsung dengan lawan kotak kosong. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button