DISTORI.ID – Kabupaten Aceh Jaya, Aceh bukan hanya memiliki pegunungan yang indah, tetapi juga hamparan lautan yang menakjubkan. Seperti yang terlihat di Puncak Gunung Keutapang, Desa Keutapang, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh.
Setiap sore, lokasi objek wisata itu selalu dipadati pengunjung, mereka umumnya muda-mudi yang berasal dari Kabupaten Aceh Jaya. Bahkan para pengunjung berasal dari daerah lain yang kebetulan melewati kawasan itu.
Saat DISTORI mengunjungi Puncak Gunung Keutapang, Kamis (15/8/2024), matahari akan terbenam terlihat cukup jelas di atas hamparan laut Samudera Hindia. Sejumlah pengunjung tampak memanfaatkan momen ini untuk berswafoto atau hanya sekedar menikmati indahnya pemandangan.
Salah seorang warga, Masyitah mengatakan, saat tsunami menerjang pada 2004 silam, jalan di puncang Gunung Keutapang sempat hancur, namun saat ini sudah dibangun kembali. Namun, posisinya berada di atas perbutikan.
“Di bawah gunung ini jalan lama sebelum tsunami, kalau ke Banda atau ke Meulaboh lewat sini dulunya,” kata Masyitah, warga Calang, Kabupaten Aceh Jaya.
Menurutnya, jalan baru yang berada di puncak Gunung Keutapang selesai dibangun pada akhir 2019 silam. Namun, pada awalnya objek wisata yang berada 20 meter dari permukaan laut itu tidak ramai dikunjungi pengunjung.
“Puncak ini mulai ramai akhir-akhir ini karena viral di media sosial. Puncak ini ketinggian kurang lebih dari permukaan laut 20 meter,” ujar Masyitah.
Akses lokasi menuju puncak Gunung Keutapang cukup mudah. Dari jalan nasional Banda Aceh – Meulaboh, objek wisata ini berada di kilometer 151 atau memakan waktu sekitar 3 jam dari Kota Banda Aceh.
“Gunung Keutapang memang selalu ramai dikunjungi warga, terlebih saat akhir pekan”
Dari Kota Calang, pusat ibu kota Kabupaten Aceh Jaya, objek wisata puncak Gunung Keutapang hanya memakan waktu kurang lebih 10 menit. Dari puncak ini, pengunjung bisa menikmati indahnya lautan dan juga terdapat beberapa pulau.
“Kata orang sini dulu sebelum tsunami pulau-pulau yang nampak dari sini itu dulunya bersambung, setelah tsunami pulau itu terpisah,” tutur Masyitah.
Rosima, salah seorang pengunjung lokal mengatakan, setiap hari objek wisata puncak Gunung Keutapang memang selalu ramai dikunjungi warga, terlebih saat akhir pekan yakni Sabtu dan Minggu.
“Sabtu dan Minggu biasanya penuh pengunjung, siang biasanya juga ada, tapi saya lihat banyak yang singgah sebentar hanya berfoto, seletelah itu pergi, mungkin karena panas tidak ada tempat berteduh,” ucap Rosima.
Sedangkan saat malam hari, kata Rosima, objek wisata puncak Gunung Keutapang tampak sepi dan kondisinya gelap. Apabila ada pengunjung yang berdua-duaan di puncak tersebut, maka akan ditangkap oleh polisi syariat.
“Tidak ada orang jualan kalau malam, hanya boleh saat pagi sampai sore saja, malam tidak dibenarkan. Biasanya menjelang magrib polisi syariat (WH) datang ke sini, pengunjung disuruh pulang karena magrib,” ujar dia.
Menurut Rosima, objek wisata puncak Gunung Keutapang sangat cocok dijadikan sebagai lokasi melepaskan rasa penat dari kesibukan aktivitas kerja. Apalagi, lokasinya sangat instagramebel.
Ia berharap ada keseriusan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya untuk menata objek wisata tersebut. Dengan demikian, akan memikat wisatawan luar daerah untuk berkunjung ke sana.
“Saya berharap pemerintah agar segera membuat tempat berteduh dan tempat ibadah. Ini belum ada tempat berteduh semacam kursi maupun warung permanen, saat ini sudah ramai begini apalagi jika sudah ada,” ujar Rosima. []