DISTORI.ID – PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM, LPJ hingga avtur di Aceh selama Ramadan dan libur Idulfitri 1445 Hijriah/2024 cukup. Masyakat dan wisatawan yang berkunjung ke Aceh diminta untuk tidak perlu khawatir akan ketersediaan energi tersebut.
Hal itu dikatakan Direktur Keuangan PT Pertamina Patra Niaga, Arya Suprihadi, usai meninjau kesiapsiagaan Satgas Ramadhan Idulfitri (Rafi) 2024 di wilayah Aceh, Rabu (3/4/2024).
“Masyarakat Aceh dan wisatawan yang berkunjung ke Aceh tidak perlu khawatir karena stok energi dalam keadaan yang mencukupi,” kata Arya.
Dalam kunjungannya ke Aceh, Arya telah meninjau Terminal BBM Krueng Raya dan SPBU 13.233.404 untuk memastikan kesiapsiagaan penyediaan energi kepada masyarakat. Menurut Arya, kondisi stok BBM di Terminal Krueng Raya aman dan tidak ada masalah dalam distribusi.
Berdasarkan peninjauan, stok produk Gasoil (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) dan Gasoline (Solar, Dexlite) mencukupi untuk lebih dari 15 hari, stok LPG untuk 10 hari, dan stok Avtur untuk lebih dari 21 hari.
Lebih lanjut, Arya memprediksi khusus wilayah Aceh akan terjadi kenaikan konsumsi masyarakat terhadap energi, seperti produk Gasoline diprediksi mengalami kenaikan sebesar 14 persen, sementara produk Gasoil mengalami penurunan sekitar 7 persen akibat pembatasan mobilisasi kendaraan berat saat Idulfitri.
“Adapun konsumsi LPG diperkirakan akan meningkat 8 persen dibandingkan dengan rata-rata harian normal,” ungkap Arya.
Dijelaskannya, Pertamina Patra Niaga juga menyediakan layanan tambahan untuk masyarakat yang melakukan mudik dan berlibur. Layanan ini meliputi SPBU Siaga, Agen Pangkalan LPG Siaga, Motoris atau Pertamina Delivery Service, SPBU kantong, dan Serambi Mypertamina yang dilengkapi dengan posko kesehatan, terutama di jalur-jalur potensial seperti jalur tol, jalur wisata, dan jalur arus mudik.
Selain mengecek stok dan distribusi, Pertamina Patra Niaga juga memastikan Lembaga Penyalur mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP), aspek HSSE dan aturan yang berlaku. Mereka juga memastikan kualitas dan kuantitas BBM yang disalurkan terjaga untuk kenyamanan konsumen.
“Dalam Satgas Rafi ini, kami juga telah berkoordinasi dengan jajaran stakeholder, baik Kementerian ESDM, Kemenhub, Polri, TNI, BMKG, BPH Migas, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait lainnya dalam rangka mendukung kelancaran distribusi energi kepada masyarakat,” tutup Arya. []






