DISTORI.ID – Pertandingan leg pertama perebutan peringkat ketiga, Liga 2 Persiraja Banda Aceh vs Maluku Utara (Malut) di Stadion Langsa, Selasa (5/3) diwanai keputusan wasit yang sangat kontroversial.
Pertandingan ini sendiri berakhir dengan skor sama kuat 0-0.
Bertanding di hadapan ribuan suporternya, Persiraja bermain ngotot. Mereka lebih banyak menguasai jalannya pertandingan.
Kapten Persiraja Andik Vermansah memiliki kans membawa tuan rumah mencetak gol lebih dulu. Namun percobaan Andik digagalkan kiper Ray Redondo.
Maluku Utara melancarkan serangan balasan pada menit ke-40, hanya saja tembakan Finky Pasamba ditepis kiper Persiraja, M Fahri.
Hingga akhir babak pertama, skor sama kuat masih 0-0.
Memasuki babak kedua, Persiraja tetap bermain ngotor, tendangan kaki kiri Arif pada menit ke-59 dari jarak dekat masih melayang dari gawang Maluku Utara.
Begitu juga tendangan kaki kiri Ilham dari dalam kotak penalti pada menit ke-67 bisa diblok Zikri Ferdiansyah.
Di pertengahan babak kedua Maluku menguasai permainan. Minimnya pressing dari Persiraja membuat Maluku Utara bebas bergerak ke pertahanan lawan.
Pada menit ke-69, Achmad Basit melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, namun masih jauh dari gawang Persiraja.
Untuk meredam kecepatan pemain Malut, Persiraja memperagakan permainan keras.
Mereka harus membuat pelanggaran guna menghentikan pergerakan pemain lawan.
Pada menit ke-79 insiden pelemparan botol dilakukan suporter Persiraja kepada hakim garis. Momen itu terjadi saat Persiraja menguasai bola.
Ketika itu hakim garis sudah cukup lama mengangkat bendera. Akan tetapi wasit tengah tidak melihat.
Karena itu begitu Persiraja memainkan bola, wasit baru menghentikan permainan usai melihat bendera yang diangkat hakim garis.
Tidak terima dengan keputusan hakim garis, Rizky Yusuf Nasution menghampiri hakim garis dan melakukan kontak.
Tidak berselang lama penonton melakukan lemparan botol mineral ke dalam lapangan.
Kejadian terparah di akhir pertandingan. Tepatnya menit ke-90+2, dimana Almuzani dijatuhkan Jeong Ho Min di kotak penalti.
Namun tetapi wasit Cahya Sugandi tidak meniup pluit tanda pelanggaran, padahal dari tayangan ulang, pemain Malut dengan sengaja menjegal pemain Persiraja di kotak penalti.
Sontak pemain Persiraja melakukan protes keras kepada wasit. Ofisial Persiraja juga protes kepada wasit empat.
Kapten Persiraja Andik Firmansyah meluapkan kekesalannya terhadap wasit.
Andik sampai menarik baju wasit Cahya. Sejumlah penonton juga masuk ke dalam lapangan.
Tidak terima dengan keputusan wasit, Andik dan sejumlah pemain Persiraja menangis.
Protes dari Persiraja membuat pertandingan terhenti sampai lebih dari 10 menit.
Pertandingan pun dihentikan dengan keputusan bersama. Skor akhir imbang 0-0.
Hasil imbang ini membuat peluang kedua tim promosi ke Liga 1 2024/2025 seimbang.
Pasalnya masih ada leg kedua yang akan digelar di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (9/3), dengan Malut United sebagai tuan rumah. []






