Hal senada disampaikan Manajer tim Persiraja, Ridha Mafdhul Gidong, Manajemen Persiraja sudah memperjuangkan untuk tim tetap bermain di Stadion Harapan Bangsa.
Namun, dari pihak pemerintah Aceh tidak mengizinkan.
“Tapi kita tetap optimis, dimanapun Persiraja berlaga, dukungan masyarakat Aceh untuk Persiraja akan tetap mengalir. Semakin besar tantangannya, semakin nikmat hasil yang akan kita raih nanti,” kata Gidong yang juga ketua HIPMI Aceh ini.
“Setelah mendapat rekomendasi dari PT LIB usai pengecekan, manajemen Persiraja langsung gerak cepat melakukan renovasi Stadion Kota Langsa, termasuk ruang ganti pemain agar sesuai dengan standar Liga 2,” kata Gidong lagi. Meski dia mengakui, kapasitas tidak akan sebesar Stadion Harapan Bangsa yang bisa menampung lebih banyak pendukung Persiraja.
Renovasi yang dilakukan Persiraja sebenarnya bukan kali pertama, sebelumnya di Stadion Harapan Bangsa manajemen Persiraja juga harus memperbaiki sendiri sejumlah fasilitas stadion, termasuk penerangan hingga rumput dan ruangan sebelum kompetisi dimulai. []






