BUDAYA

Melihat tradisi Boh Gaca pada jemari pengantin wanita di Aceh

DISTORI.ID – Ukir inai bagi pengantin sesuatu yang wajib dilaksanakan di Aceh ketika hendak menikah. Beragam bentuk ukiran selalu berbeda dari masing-masing daerah yang ada di wilayah Aceh.

Di tanah rencong ukir inai kerap diperlombakan untuk menjaga tradisi ukiran inai asal Aceh. Misalnya seperti perlombaan Boh Gaca (menghiasi tangan pengantin dengan inai).

Pada kegiatan itu, masing-masing daerah mengutus lima orang peserta.  Seorang menjadi peraga mempelai wanita (pengantin) berbaring di kasur yang telah disediakan. Sementara empat lainnya mengukir inai di tangan dan bagian atas telapak kaki sang mempelai. Setiap kelompok peserta menampilkan kerapian dalam mengukir inai sesuai ciri khas daerahnya.

Seorang juri ukir inai, Mughfirah menjelaskan, budaya inia merupakan pengaruh dari budaya Arab, Cina, Eropa, dan Hindia. Pengaruh budaya dari negara ini kemudian mewarnai kehidupan masyarakat di Aceh.

“Perpaduan dari negara-negara inilah yang membawa seni ukir inai pada pengantin di Aceh,” ujarnya.

Kendati demikian, setiap daerah di Aceh memiliki ciri khas ukiran masing-masing. Akan tetapi, dalam perlombaan itu dewan juri membolehkan memodifikasi setiap ukiran inai. Kata dia, boleh dimodifikasi seperti memadukan antara ciri khas Aceh Besar dengan Aceh Utara. Meskipun masing-masing daerah itu punya ciri khas.

Tak hanya itu, setiap ukiran inai masing-masing daerah tersebut juga memiliki makna tersendiri. Dia mencontohkan,  seperti Aceh Barat terkenal dengan Bungong Awan Sion, dan  Awan Meucanek. Banda Aceh terkenal dengan Pinto Aceh.

Tradisi Boh Gaca di Aceh. (Foto Istimewa)

Begitu juga di Aceh Singkil mereka mempunya ciri khas motif yang sangat memberikan makna bagi masyarakatnya yaitu gambar cincin Nabi Sulaiman. Sementara Aceh Tenggara, dalam seni ukir inainya berbentuk lingkaran bulat.

“Mereka memaknai lambang tersebut sebagai Tuha Peut.  Dalam kehidupan masyarakat itu ada Tuha Peut yang meluruskan berbagai masalah dalam kehidupan,” tuturnya.

Di sisi lain, kata Mughfirah, inai juga bermanfaat bagi orang-orang yang bermasalah dalam kesehatan. Proses pembuatan inai ini sendiri, tergantung pada ukirannya dan bisa memakan waktu hingga sampai dua jam.

“Proses ukirannya ini membutuhkan waktu lumayan lama kadang sampai dua jam. Ukirannya itu mulai dari tangan hingga ke kaki,” katanya.

Dari sisi sejarah, tambahnya, inai bermula pada masa Nabi Ibrahim. Ketika itu Nabi Ibrahim memiliki dua orang istri, Siti Sarah dan Siti Hajar.

Namanya manusia, lanjut dia, pasti memiliki sifat cemburu. Oleh karena itu, Siti Sarah sebagai istri pertama kemudian melumuri inai di tangannya supaya menarik.

“Setelah diukir, ternyata benar inai memiliki khasiat luar biasa. Siti Sarah lebih tampak mempesona. Jadi sejarah itulah mengapa seorang pengantin yang hendak dinikahkan supaya lebih mempesona diberikan ukiran inai,” ujarnya.

Selain diperlombakan, memakai inai juga menjadi tradisi saat malam berinai atau dalam bahasa Aceh lebih di kenal “boh gaca”. Semua pengantin di Aceh tidak akan melewatkan tradisi ini sebelum hari pesta.

Inai dilukis di tangan dan kaki mempelai dengan motif Yang diinginkan pengantin. Biasanya ramai yang minta motif pintu Aceh.

Tradisi ukir inai dimulai ketika hendak melangsungkan pernikahan. Inai diukir 3 malam sebelum hari pesta atau dalam bahasa Aceh di sebut dengan duek sandeng.

Tradisi inai dipengaruhi oleh budaya India dan Arab pada zaman dulu dan masih bertahan hingga sekarang. Inai yang diukir berasal dari daun yang sudah ditumbuk hingga halus.

Sama sekali tidak berefek negatif pada tangan dan kaki si pemakai, jadi bebas mau pakai kapan saja, aman. Bahkan, daun Inai dikenal banyak manfaat bagi kesehatan.

Inai diukir oleh penduduk setempat atau gadis desa sekitar rumah. Mereka sengaja meramaikan rumah mempelai serta bertujuan mendoakan kesuksesan acara nanti.

Ukiran Inai juga diperuntukkan untuk pasangan laki-laki, perbedaannya tidak diberi motif, biar tidak berkesan feminin. Jangka waktunya juga sama seperti pengantin wanita. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button